Minggu, 15 Oktober 2017

Menghitung Masa Subur

"Mudah mudahan segera diberi momongan yaaa..."
aamiiiiin, jawab kami saat semua orang menyelamati kami di pelaminan. Kami memang ingin langsung memiliki anak. Mungkin salah satu dasarnya karena usia kami sudah kepala tiga saat menikah. Sehingga tidak ada alasan untuk menundanya.

Namun, kami tidak tinggal dalam satu kota. Saya bekerja di Jakarta dan suami di Medan. Pertemuan kami hanya bisa sebulan sekali. Terkendala jarak dan biaya tentunya. Untuk itulah pentingnya menghitung masa subur dalam keadaan seperti ini. Usaha 100% dan doa 1000% yaaa....

Untuk menghitung Masa Subur ini menurut Teorinya, 14 hari setelah tanggal pertama Menstruasi, itulah Masa Subur. Tapi sejak teman kantor memberitahukan website ini, saya pun lebih menyukainya mencatat setiap tanggal Bulanan tersebut datang melalui website ini www.monthlyinfo.com.



Di sana terdapat informasi kapan Masa Subur kita berdasarkan tanggal tanggal Menstruasi yang kita input didalamnya. Bahkan, asyiknya lagi, bisa minta di remind via email atau sms kapan masa subur kita tersebut.



Tentunya setelah mengetahui kapan masa subur kita (masa ovulasi) tersebut, ada baiknya suami dan istri mempersiapkan diri dengan makanan bergizi dan stamina yang Fit.

Alhamdulillah, usaha kami membuahkan hasil. Tepat 1 bulan setelah menikah , hasilnya positif hamil.